Kamis, 19 November 2009

Nilai Sebuah Kehidupan

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati.

Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut.

"Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon,

"Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda,

"Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir,

"Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru.

"Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

===========================================
Nah, sahabat terbaik silakan mengambil hikmah dari kisah di atas. Smoga bermanfaat...^^

Sumber: andriewongso.com

Sayatan rindu

Sayatan rindu
(by: penyairlembahbiru)

Berpijak dalam rentang malam, berdiri di atas tonggak kelam

Menatap goresan goresan bintang jatuh, penuhi asa dalam langit gelap

terdiam dalam lantunan kesedihan, berkubang dalam pancuran kerinduan,

kemanakah kekasih berada?


Ibarat jeritan jeritan tak bersuara, tak terdengar oleh telinga insan

mencoba menggapai resah, hilangkan rasa yang terikat dalam lubuk hati

tak adakah tempat untuk rindu bersandar, melainkan gubuk hati milik engkau,

dimanakah kekasih berada?


Senja menjadi mainan ujung hari, merona dalam dunia yang letih

desir ombak berputar dalam nyanyian pantai, mencoba mengusik karang yang angkuh

aku terdiam dalam sajak sajak nelayan, berkesah pada buih buih ombak...

kapankah angin membawamu pulang?


Musim telah berpulang bersama waktu, tinggalkan jejak bisu dalam hidupku

rintik hujan bernyanyi tentang cinta, badai runtuhkan mahligai sang insan

puing rindu terhanyut sungai mimpi, alirkan asa berpulang dalam pelukan kasih

kembalilah jika waktu memanggil...


Hari telah merengut detik detik sunyi, detak jam tiada terdengar dalam nyanyian insan

aku masih di sini bertopang dagu, pikirkan kemanakah rindu ingin membawa

kertas kosong pada mejaku menuntut tinta, tiada kata menghampiri putihnya.

Hanya kekosongan asa dalam bilik hati, hanya senyap dalam bibir yang berucap,

kapankah aku sembuhkan sayatan ini?

Sayatan rindu yang mengaduh dan menarikan darah cinta,

hanya untuk sang kasih....

Breaking The Habit...or Just by Habit?

Just By Habit
The Best Poem of United Nations '08,
Ecology Categories


People are rushing somewhere… just by habit,

Throwing litter everywhere… just by habit,

Polluting the air with cars… just by habit,

Raising animals… just by habit,

Killing them brutally and ruthlessly… just by habit,

Cooking them deliciously and eating them… just by habit,

Then getting sick again… just by habit.

They never contemplate… just by habit,

That frittering away their lives… just by habit,

They die for nothing… just by habit.

And they even don’t want to know..

That with all these...

They kill our planet as well… just by habit.

Learn From The Rain

Hujan. Umumnya orang akan kesal, menggerutu dan bermuka masam ketika hujan turun.
Mengapa? karena jalanan menjadi becek, macet dimana-mana, rumah/kantor pun jadi kotor. Pekerjaan rumah pun menjadi bertambah. Harus mengepel, harus sabar ketika jemuran tidak kunjung kering, harus memperbaiki atap yang bocor dan sebagainya.

Apalagi jika di kota megapolitan seperti Jakarta, jika hujan terus menerus. Mudah di tebak. Wilayah Jakarta dan sekitarnya pun akan banjir!.
Jadi, bagaimana kita harus bersikap ketika hujan turun ke bumi?
Mudah2 an cerita di bawah ini, dapat membuat kita lebih membuka pikiran dan hati kita...
Smoga bermanfaat...
This is it...!
====================================================
(Kisah si anak katak yang Takut dengan Pertanda Hujan)

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan.
“Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar.
“Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata.

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!”

**

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, Insya Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan (Q.S. 94: 5-6)

sumber :
- Qur'an
- hujan
- alam
- kaskus.us
- diri sendiri

Do'a seorang hamba yang berharap di pertemukan dengan pasangan terbaiknya...

Ya Rabb...
Seandainya telah Engkau catatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup, satukanlah hatinya dengan hatiku.

Titipkanlah kebahagiaan diantara kami agar kemesraan itu abadi..

Ya Tuhanku yang Maha Pengasih, seiringkanlah kami melayari hidup ini ke tepian yang sejahtera dan abadi...

Tetapi ya Allah... Seandainya telah Engkau takdirkan,dia bukan milikku.
Bawalah ia jauh dari pandanganku, luputkanlah ia dari ingatanku.
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku, dan peliharalah aku dari kekecewaan.

Ya Rabbana, Tuhan Yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh ke dada langit.
Hilang bersama senja nan merah, agarku bisa berbahagia walaupun tanpa dirinya...

Ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang, tumbuhkanlah kembali yang telah patah.
Walaupun tidak sama dengan dirinya,

Ya Rabbul 'Izzati...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMU.
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan,
adalah yang terbaik untukku, karena Engkau Maha Mengetahui.

Segala yang terbaik untuk hambaMU ini, Ya Rahim...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat kelak.

Dengarlah rintihan dari hambaMU yang dhoif ini.
Jangan Engkau biarkan aku sendiri, di dunia ini maupun di akhirat.
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran.

Maka karuniakanlah kepadaku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
ke jalan yang Engkau ridhoi...

Dan karuniai aku keturunan yang sholeh dan sholihah.
Aamiin...

sumber: ada pada yang memposting tulisan ini

Children who prayed not to win


Anak yang berdoa bukan untuk menang


Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Rossi. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Rossi lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsingkan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Rossi bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalurl lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Rossi meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

“Ayo…ayo…cepat…cepat, maju…maju”, begitu teriak mereka.

Ahha… sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Rossi.
Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati “Terima kasih.”

Saat pembagian piala tiba. Rossi maju ke depan podium dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

“Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”.

Rossi terdiam.

“Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” ujar Rossi.

Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tidak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku , hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Hikmah :

Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Rossi, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Rossi, tidak memohon kepada Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Rossi, berdo'a kepada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukanlah yang kita butuh adalah bimbingan-NYA, tuntunan- NYA, dan panduan-NYA?

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.



sumber : http://alyas-arnhas.blogspot.com/

Jumat, 12 Desember 2008

Advice from TWILIGHT

"Aku tidak pernah terlalu memikirkan bagaimana aku akan mati
Suatu cara yang bagus untuk mati, mengganti kan kematian demi orang yang ku cintai."

"Death is peaceful, it’s easy.
But life is so hard, so you must keep survive.."

Kematian adalah kedamaian, sangatlah mudah.
Kehidupan merupakan hal yang sulit, karena itu kita harus tetap berjuang untuk bertahan.

Mungkin itu kata-kata yang digaungkan oleh Bella, tokoh utama wanita dalam novel Twilight, yang juga akhirnya diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul yang sama pula.
Sisi positif yang dapat kugali dari film itu :
1. Diam itu emas. Jadi jangan terlalu banyak bicara dan banyak tingkah, apalagi klo termasuk anak baru dilingkungan yang baru pula.
2. Cuek is the best. Lihatlah Bella, dengan tampilan mobil kap merk Chevrolet yang notabenenya adalah mobil jadul bin bekas, tidak menjadikan dirinya minder di hadapan teman-temannya yang memiliki mobil mewah, baru dan mentereng.
3. Hargai pemberian orang lain. Hadiah ultah yang diberikan ayahnya kepada Bella adalah mobil butut Chevrolet. Apakah lantas Bella menolak pemberian tersebut? Tidak! Bella hanya mengucap. It’s nice! Seakan hadiah tersebut merupakan hal yang terindah yang pernah didapatnya, padahal dalam hatinya juga berkecamuk perasaan untuk menolak pemberian tersebut, tetapi dengan bijak Bella mengucapkan kata-kata dari mulutnya dengan nada yang sopan.
4. Semangat pembelajar. Coba lihat aksi Bella ketika penasaran dengan seorang Edward. Yang dia lakukan adalah browsing internet hingga ke link2 yang dirasa cocok dengan apa yang dicari, mencari berita dan artikel dari koran, ngubek2 buku sampai akhirnya ke toko buku khusus orang Indian. Padahal saat itu dia juga sedang sibuk dimintai pertimbangan oleh teman-temannya yang juga mengajaknya ke sebuah butik, hingga teman-temannya tersebut mencoba baju yang kelima kalinya demi untuk menghadiri Prom Night. Udah gitu, waktu Bella pulang dari toko buku dicegat sama orang-orang iseng pula. Untungnya ada Edward yang siap sedia menolongnya. Trus yang dilakukan teman-teman Bella di butik? Dengan enaknya mereka makan sampai harus melupakan Bella, Phew!. Lagi-lagi, Edward mengajak dan menemaninya makan.
Pencarian lewat berbagai literatur, alhasil membuatnya mengetahui siapa sebenarnya Edward. Jelas, Edward adalah seorang Vampir! Graoowwh!
5. Menolong tanpa pamrih dan berani berkorban. Ini yang dilakukan Edward setiap Bella terancam bahaya. Sejak ia hanya kenal biasa hingga menjadi kekasih Bella, hal itu terus dilakukan.
6. Cinta tanpa syarat. Indah sekali kalo itu terjadi pada dua insan manusia yang saling mencinta. Dengan dasar kepercayaan yang dalam ditambah cinta yang tulus, bukan tidak mungkin menjadikan cinta adalah suatu proses perjalanan terindah dalam dimensi waktu kehidupan. Tapi bukan cinta2 an yang cengeng seperti di sinetron2 yang ada dalam tayangan tv. Itu mah cemen!
7. Menepati Janji. Coba aja pentengin film ini, dijamin anda akan merasa bahwa janji yang ditepati akan menambah kepercayaan orang pada kita, sekalipun itu kekasih kita sendiri. Meski, menepatinya harus rela mengorbankan segalanya, sekalipun nyawa sendiri jadi taruhan.
8. Etc..Coba deh bantu cari sisi positif yang menarik dari film ini...


Negatifnya:
1. Khayalan yang imajinatif
2. Masa vampir yang bisa lari cepat, melompat, jago memanjat, ternyata masih butuh mobil juga. Buat pamer ato kecapean klo pake kemampuan sendiri. Who knows?
3. Negatif side yg lain blm nemu banyak... Mungkin ada yg bs bantu?